Ujian Pengorbanan


Salah satu tes untuk mengalami kebesaran Tuhan adalah Ujian Pengorbanan. Abraham mengalami kebesaran Tuhan dan dia menjalani tes kebesarannya dengan menjalankan Ujian Pengorbanan.

Gen 22:1 Firman-nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.” keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya.

Gen 22:10 sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.


• Abraham memberikan korban.
Abraham bersedia melakukannya untuk Tuhan. Ia tidak segan-segan untuk menyerahkan anaknya yang tunggal kepada Tuhan. Dalam suatu study Alkitab-Komentar Alkitab (E-Sword): Abraham senang sekali mengorbankan anaknya.

• Korban / persembahan kita adalah santapan / makanan bagi Tuhan.

Num 28:1-2 Tuhan berfirman kepada Musa: “Perintahkanlah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka: Dengan setia dan pada waktu yang ditetapkan haruslah kamu mempersembahkan persembahan-persembahan kepada-Ku sebagai santapan-Ku, berupa korban api-apian yang baunya menyenangkan bagi-Ku. (Dlm terj. lain: Berhati-hatilah kamu pada waktu kamu mempersembahkan persembahan-persembahan kepadaKu karena itu adalah santapanKu.). Suatu kehormatan bagi kita sebagai ciptaan karena Tuhan Sang Pencipta bersedia menerima makanan dari kita sebagai ciptaanNya.

• Abraham adalah korban yang sesungguhnya.

Tidak diragukan lagi, Abraham sangat mengasihi anaknya. Tidak ada seorangpun bapa yang mengasihi anaknya, bersedia mengorbankan anaknya sendiri. Memang benar, Ishak yang akan menjadi korban bakaran. Tetapi sebenarnya dihadapan Tuhan, Abraham lah korban yang sesungguhnya. Di hadirat Tuhan, Tuhan menuntut Abraham memberikan hatinya, kasihnya, cita-citanya, masa depannya kepada Tuhan.
Hos 6:6 Sebab AKU menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran.
Psa 51: 19 korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan kaupandang hina, ya Allah.

• Korban yang sesungguhnya adalah diri kita sendiri.
Persembahan yang paling ingin dilihat Allah adalah karakter kita. Rom 12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

• Mempersembahkan diri kita kepada Tuhan akan membuat kita besar dan berharga di mata Tuhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s