Tuhan Bekerja: Ban Pecah Untuk Seorang Bayi

Hari ini saya melihat lagi Tuhan bekerja dengan cara ajaib. Tuhan membuat pecah ban motor yang saya bawa. Padahal semuanya sudah saya cek, its ok. No problem. Lalu kami meluncur mencari alamat seorang jemaat yang tinggal di Sunter Agung, Jakarta Utara. Kami belum tahu tempatnya.

Di tengah jalan kami bertanya arah jalan. Katanya kan “malu bertanya sesat di jalan” (teman saya bilang: banyak bertanya malu-maluin). Eh… jawaban si bapak malah bikin bingung. Ya udah muter balik deh…

Eh… pas muter nya itu ban pecah. Ops… untung ibu gembala yang saya bonceng tidak jatuh. Hm… saya paling jengkel kalo ban pecah. Abis ada seribu motor bolak balik di jalan ini kok cuman motor saya yang kena. Dalam hati, Tuhan… ini kan lagi pelayanan. Kenapa harus ban pecah?

Begitu sadar keadaan, cari tempat tambal ban. Eh… belum sepuluh langkah (apa lagi langkah seribu) ketemu tempatnya. Sampai di situ kami belum ngeh apa maunya Tuhan.

Saya makin jengkel pas tukangnya bilang ini karena pentilnya rusak. Apalagi dia bilang bukan karena paku. Nalar saya jalan. Kalau karena pentil rusak, tidak mungkin. Orang kita pas mo jalan semuanya bagus. Akhirnya pasrah. Habis mo bilang apa lagi?

Nah, sementara si tukang lagi pasang ban baru. Kami melihat di dalam tempat tambal ban itu ada ibu-ibu lagi gendong baby nya. Kaget liat baby nya ternyata lagi menderita benjolan besar di kepala. Katanya, itu karena adanya cairan, trus dipasangin selang dalam kepala. Kasihan dan sungguh menderita. Saat itulah kami mulai mengerti dan ngeh.

Setelah urusan tambal ban selesai. Kami mengajak ibu itu beserta suaminya (si tukang tambal) untuk mendoakan anak mereka. Bayi dan kedua orang tuanya, kami layani firman dan doa. Saat berdoa, kami merasakan lawatan Tuhan turun dalam persekutuan kami saat itu.

Keluarga itu ada di hati Tuhan. Khususnya bayi mereka, benar-benar mendapat perhatian Tuhan. Sungguh Tuhan luar biasa. Kasihnya melingkupi keluarga ini. Sengaja Tuhan membuat ban pecah supaya kami bertemu dengan keluarga dan bayi itu. Ban pecah untuk seorang bayi.

Tengkyu… Tuhan, Kau sungguh baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s